Dalam rangka mewujudkan generasi muda yang paham dan sadar akan pentingnya pajak dalam pembangunan bangsa perlu ditanamkan nilai-nilai pajak sejak dini melalui pendidikan. Untuk itu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Kementerian Keuangan melakukan penandatangan nota kesepahaman tentang peningkatan kerjasama perpajakan melalui pendidikan tinggi di Gedung Djuanda 1, Jakarta Pusat (28/03/2016)

Perjanjian kerjasama antara Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dan Ditjen Pajak bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perpajakan mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan melalui pendidikan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyambut baik kerjasama antara Ditjen Belmawa dan Ditjen Pajak dalam meningkatkan pehamaman pajak bagi anak-anak Indonesia melalui perguruan tinggi. “Saya sangat mendukung sekali inisiasi ini. Saya berharap kedepannya mahasiswa baik dari program studi apapun tahu tentang pajak, fungsinya, dan manfaatnya,” ujar Menristekdikti. Menristekdikti juga mengusulkan agar mahasiswa yang akan lulus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) supaya mereka memahami pajak.

Sementara itu Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya mengungkapkan bahwa nota kesepahaman tersebut sangat strategis karena yang menjadi sasaran adalah pemahaman pajak dikalangan mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Beliau juga menyambut baik usulan Menristekdikti bahwa nantinya setiap lulusan minimal D3 atau S1 memiliki NPWP, namun hal ini tidak berarti langsung membayar pajak. Tetapi harus mengikuti peraturan dan ketentuan yaitu penghasilannya harus melewati PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Adapun ruang lingkup perjanjian ini meliputi fasilitasi peningkatan kesadaran pajak melalui program pembelajaran dan kemahasiswaan, peningkatan peran perguruan tinggi, dan penyediaan materi pembelajaran serta penyelenggaraan forum ilmiah. (ifa/bkkp)

Sumber: http://dikti.go.id/tingkatkan-pemahaman-pajak-bagi-mahasiswa/